Dalam industri fashion yang kompetitif, sekadar punya desain bagus saja tidak cukup.
Yang membuat brand kamu benar-benar diingat orang bukan hanya produk, tapi juga suara dan kepribadian brand yang konsisten di setiap komunikasi.
Itulah yang disebut Brand Voice.
Kalau kamu ingin membangun brand fashion yang kuat dan dipercaya konsumen, memahami dan menerapkan brand voice adalah langkah penting yang tidak boleh diabaikan.
Apa Itu Brand Voice dalam Fashion?
Brand voice adalah gaya bicara dan cara berkomunikasi brand kamu kepada audiens.
Ia mencerminkan kepribadian, nilai, dan karakter yang membuat brand kamu berbeda dari yang lain.
Dalam fashion, brand voice bisa terlihat dari:
- Cara kamu menulis caption di Instagram,
- Desain website dan tone campaign,
- Cara tim kamu melayani customer,
- Hingga bagaimana model dan styling campaign kamu berbicara pada emosi audiens.
Singkatnya, brand voice adalah “suara” dari brand kamu — dan ia berbicara sebelum kamu sempat menjual.
Kenapa Brand Voice Penting untuk Brand Fashion?
- Membangun Kepribadian dan Diferensiasi
Dunia fashion penuh dengan ratusan brand yang menjual hal serupa.
Tapi hanya sedikit yang punya suara khas yang membuat orang langsung mengenali mereka.
Contohnya:- Jacquemus dikenal dengan tone ceria dan personal.
- Céline (era Phoebe Philo) punya tone elegan, tenang, dan sophisticated.
- Supreme berbicara dengan gaya berani dan streetwise.
- Membangun Kedekatan Emosional
Konsumen fashion membeli bukan hanya produk, tapi cerita dan makna di baliknya.
Brand voice yang kuat bisa membangun koneksi emosional dengan audiens, sehingga mereka merasa menjadi bagian dari nilai dan gaya hidup brand kamu. - Meningkatkan Konsistensi Komunikasi
Brand tanpa voice yang jelas sering terdengar “bingung” — tone IG-nya santai, tapi website-nya formal; customer servicenya ramah, tapi email marketingnya kaku.
Brand voice memastikan semua saluran bicara dengan gaya yang sama, sehingga identitas brand terasa solid.
Elemen Utama dalam Brand Voice Fashion
Untuk menciptakan brand voice yang kuat dan konsisten, kamu perlu memahami 3 elemen penting ini:
1. Personality (Kepribadian)
Tentukan dulu, kalau brand kamu adalah manusia, ia seperti apa?
- Apakah fun dan playful seperti Lazy Oaf?
- Atau elegan dan timeless seperti Chanel?
- Atau modern dan bold seperti Off-White?
Buat brand persona yang jelas agar setiap pesan yang kamu sampaikan terasa otentik dan tidak berubah-ubah.
2. Tone (Nada Bicara)
Tone adalah cara kamu menyampaikan pesan — bisa ramah, tegas, inspiratif, atau edukatif.
Contohnya:
- Tone untuk kampanye edukasi bisa lebih informatif.
- Tone untuk peluncuran produk bisa lebih emosional dan menggugah.
Kuncinya: tone boleh berubah sesuai konteks, tapi voice-nya harus tetap sama.
3. Language Style (Gaya Bahasa)
Apakah kamu ingin brand kamu terdengar profesional, urban, atau youthful?
Konsistensi dalam pemilihan kata, struktur kalimat, emoji, bahkan penggunaan bahasa (Indonesia, Inggris, atau campuran) akan memperkuat karakter brand kamu.
Langkah-langkah Membangun Brand Voice Fashion Kamu
Langkah 1: Definisikan Nilai dan Tujuan Brand
Tulis secara jelas:
Apa yang brand kamu perjuangkan?
Apakah tentang sustainability, empowerment, atau ekspresi diri?
Nilai-nilai ini akan menjadi dasar kepribadian voice kamu.
Langkah 2: Buat Brand Persona
Bayangkan brand kamu sebagai orang dengan kepribadian tertentu.
Misalnya:
“Brand saya seperti sahabat stylish yang selalu kasih inspirasi tanpa menggurui.”
Dengan persona seperti itu, tone kontenmu akan lebih ringan, mengalir, dan relatable.
Langkah 3: Buat Panduan Brand Voice (Brand Voice Guidelines)
Dokumentasikan elemen-elemen ini agar tim kamu tahu cara berkomunikasi secara konsisten:
- Kata yang boleh dan tidak boleh digunakan
- Tone untuk setiap jenis konten (IG, website, email, dsb)
- Contoh caption “sesuai brand” dan “tidak sesuai brand”
Brand yang punya panduan voice yang jelas terlihat lebih profesional dan kredibel.
Langkah 4: Terapkan di Semua Touchpoint
Pastikan voice kamu terdengar sama di:
- Caption media sosial
- Deskripsi produk di website
- Email marketing
- Campaign dan press release
- Customer service
Konsistensi adalah kunci agar audiens bisa mengenali kamu tanpa melihat logo.
Contoh Penerapan Brand Voice di Fashion Brand
| Brand | Karakter Voice | Contoh Tone Komunikasi |
|---|---|---|
| Zara | Profesional, modern | “Elevate your everyday look with timeless essentials.” |
| Cotton Ink | Friendly, relatable | “Biar simple tapi tetep chic — that’s the vibe!” |
| The Goods Dept | Urban, witty | “We’re not just a store, we’re your creative playground.” |
| SFA (Sparks Fashion Academy) | Inspiratif, edukatif | “Kami bantu kamu ubah passion menjadi karier profesional di dunia fashion.” |
Brand yang tahu cara “berbicara” dengan tepat akan lebih mudah diterima dan diingat.
Kesimpulan
Dalam fashion, brand voice adalah fondasi komunikasi yang membangun persepsi, kepercayaan, dan koneksi dengan audiens.
Kamu bisa punya produk luar biasa, tapi tanpa suara yang konsisten dan autentik, brand kamu akan mudah tenggelam di tengah kompetisi.
Mulailah dengan menentukan kepribadian, nilai, dan tone yang mencerminkan siapa kamu — dan pastikan setiap pesan, dari caption hingga kampanye besar, berbicara dalam satu suara yang sama.
Ingin Brand Kamu Punya “Suara” yang Konsisten dan Berkarakter?
Pelajari cara membangun brand voice, positioning, dan strategi komunikasi fashion brand yang kuat melalui program Fast Track to Launch Your Fashion Brand dari Sparks Fashion Academy (SFA).
Program ini dirancang khusus untuk kamu yang ingin meluncurkan brand fashion dari nol — mulai dari riset pasar, pengembangan konsep brand, hingga strategi branding dan launching yang menghasilkan ledakan!